Gesits, Motor Listrik Buatan Indonesia Yang Siap Mendunia

Jika Tesla milik Elon Musk terkenal dengan teknologi mobil listriknya, kini negara kita Indonesa juga tidak mau kalah dengan produk otomotifnya yang ramah lingkungan dengan memproduksin motor listrik yang diberi nama Gesits. Motor listrik buatan Indonesia ini diprakarsai oleh beberapa pihak yakni dari Perguruan Tinggi seperti ITB, ITS dan UNS. sementara pihak lainnya dari beberapa perusahaan seperti PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi, PT Pindad, PT Len Industri, PT Pertamina, dan PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) sementara dari pihak swasta diwakili oleh PT Gesits Technologies Indo (GTI).

Dalam perjalanannya, Motor listrik gesit akhirnya dapat diproduksi secara massal di pabrik milik PT WIKA Industri Manufaktur (WIMA) dan telah dipasarkan di beberapa kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Medan, Makassar dan kota besar lainnya, dan tidak menutup kemungkinan akan merata di seluruh wilayah Indoensia.

Secara spintas, desain motor listrik gesit ini banyak mengadopsi model motor Honda Vario 150 mulai dari bodi, rangka, kaki-kakinya, velg serta assesoris seperti lampu utama dan lampu sein. Namun hal paling jelas yang menampilkan perbedaan adalah dari sisi mesin dan knalpot, karena anda tidak akan menemukan mesin yang membuang limbah asap dari knalpot motor ini karena mesinnya berupa motor yang terhubung dengan tali pambel untuk menggerakkan roda belakang. Demikian halnya dari segi suara, motor listrik Gesits ini tidak akan terdengar suara mesin sebagaimana motor yang umumnya menggunakan bahan bakar cair.

Berikut beberapa fitur, spersifikasi dan keunggulan dari motor listrik Gesits buatan dalam negeri ini :

  1. Dimensi atau ukuran : 191 cm, 69,5 cm, 110 cm
  2. Modelnya keren (mirip dengan Honda Vario 150 cc)
  3. Maksimal kecepatan : 80 km/jam
  4. Jarak tempuh saat baterai full : minimal 50 km dan maksimal 100 km
  5. Daya baterai : Li-ion 1,98 kWh
  6. Mesin: Motor 10kW 96VDC brushless permanent magnet yang dilengkapi dengan pendinginan udara
  7. Terdiri dari 3 mode berkendara, yakni Eco, Urban, dan Sport.
  8. Tidak menimbulkan kebisingan (mesin tidak mengeluarkan suara)
  9. Dapat dilakukan pengisian (charging) tanpa melepas baterai.
  10. Pengecasan baterai hingga full hanya membutuhkan waktu sekitar 3-4 jam
  11. Terdapat 2 space untuk tempat baterai
  12. Dapat dipantau melalui aplikasi Gesits pada ponsel
  13. Tampilan indikator pada spedometer sudah menganut sistem digital
  14. Terdapat panel switch off/on yang dapat digunakan pada saat kendaraan tidak digunakan atau saat akan digunakan
  15. Lebih irit dari segi energi/bahan bakar
  16. Harga berkisar 28 jt hingga 30 jt.

Di samping itu, motor listrik ini juga memiliki beberapa kelemahan yakni :

  1. Masih terbatasnya stasiun tempat pengisian atau tempat penukaran baterai ketika lowbat
  2. Tidak terdapat penyimpanan yang lapang di bawah sadel
  3. Kecepatannya belum mampu menembus angka 100 km/jam
  4. Harga baterai cukup mahal yakni sekitar 6-7 jutaan per buah
  5. Saat ini masih terbatas bengkel dan tempat penjualan suku cadang
  6. Kerawanan saat melewati genangan air yang menjangkau mesin (korsleting)

Untuk lebih jelasnya, silakan saksikan video review dan ujicoba motor listrik gesit buatan Indonesia berikut ini :

Dari berbagai keunggulannya, tentu saja motor listrik menjadi kendaraan harapan masa depan yang mampu menjawab tantangan akan teknologi yang lebih ramah lingkungan dalam hal ini tanpa polusi udara dan suara serta lebih hemat dalam konsumsi energi atau bahan bakarnya. Dan dapat dipastikan industri otomotif saat ini sedang mengarah pada inovasi kendaraan listrik yang telah terbukti sangat efesien dalam berbagai hal. Bagi anda yang tertarik dengan motor listrik gesits ini, silahkan KLIK DI SINI untuk menuju ke link pembeliannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *